Berita
Waspada Virus Nipah: Apa yang Perlu Anda Ketahui di Tahun 2026?
Humas - 04 March 2026Jember, 4 Maret 2026 Belakangan ini, isu mengenai penyebaran Virus
Nipah (NiV) kembali menjadi perbincangan di dunia kesehatan global. Sebagai
salah satu penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia), Virus Nipah masuk
dalam daftar prioritas pemantauan karena potensinya menimbulkan wabah.
Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor
HK.02.02/C/445/2026 tanggal 30 Januari 2026 tentang Kewaspadaan Terhadap
Penyakit Virus Nipah.
Hingga kini, laporan kasus penyakit Virus Nipah ini belum ada pada
manusia di Indonesia. Namun, masyarakat Indonesia tidak perlu panik dan tetap
waspada mengingat intensitas mobilisasi dan secara geografis berdekatan dengan
negara lainnya yang pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB)
Kunci utama dalam menghadapi virus ini adalah edukasi dan
pencegahan dini. Berikut adalah rangkuman informatif mengenai apa itu Virus
Nipah dan bagaimana kita bisa melindungi diri serta keluarga.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah adalah virus yang ditularkan dari hewan ke manusia
(zoonosis). Inang alami dari virus ini adalah kelelawar buah dari famili
Pteropodidae. Selain dari kelelawar, manusia juga dapat terinfeksi melalui
kontak langsung dengan hewan peliharaan yang sakit, seperti babi, atau melalui
makanan yang terkontaminasi.
Jalur Penularan Virus
Penularan virus ini tidak hanya melalui kontak langsung dengan
cairan tubuh hewan (liur/urin/fases) namun bisa saja melalui :
- Kontak langsung dengan orang terinfeksi atau benda yang
terkontaminasi Virus Nipah.
- Konsumsi daging yang terinfeksi Virus Nipah dan tidak matang.
- Konsumsi buah bekas gigitan hewan kelelawar.
Gejala yang Harus Diperhatikan
Gejala infeksi virus ini bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga
infeksi saluran pernapasan akut dan ensefalitis (peradangan otak) yang fatal.
Masa inkubasi biasanya berkisar antara 4 hingga 14 hari.
- Gejala Awal: Demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah,
dan sakit tenggorokan.
- Gejala Berat: Pusing, mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran,
hingga tanda-tanda neurologis yang menunjukkan adanya peradangan otak dan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) ringan hingga berat
Bagaimana Cara Penanganannya?
- Kontak Langsung: Menyentuh cairan tubuh (darah, urine, atau air
liur) hewan yang terinfeksi.
- Konsumsi Makanan Tercemar: Memakan buah atau produk buah (seperti
nira sawit) yang telah terkontaminasi air liur atau urine kelelawar yang
terinfeksi.
- Penularan Antar Manusia: Melalui kontak erat dengan pasien yang
terinfeksi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.
Langkah Praktis Pencegahan
Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk manusia. Pencegahan
adalah perlindungan terbaik kita.
- Cuci Bersih Buah: Kupas dan cuci buah-buahan secara menyeluruh.
Hindari mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan hewan.
- Hindari Area Risiko Tinggi: Jauhi kontak langsung dengan
kelelawar atau babi yang tampak sakit di daerah yang diketahui terdapat
sirkulasi virus.
- Masak Makanan Hingga Matang: Pastikan produk hewani dimasak dengan suhu yang tepat.
- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat: cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, menerapkan etika batuk dan bersin serta menggunakan masker saat sakit.
Berita Lainnya
Menjaga Kesehatan Tubuh di Bulan Puasa: Tetap Bugar dan Produktif Sepanjang Ramadan
Humas - 23 February 2026
Waspada penyakit Kulit Mengintai Warga Jember, Banjir dan Hujan Lebat Picu Risiko Infeksi
Humas - 31 January 2026
Waspada Demam Berdarah di Jember, Hujan Terus Dorong Nyamuk Aedes Berkembang
Humas - 19 January 2026
Waspada Super Flu, Kasus Influenza Meningkat di Awal 2026
Humas - 07 January 2026