Hub. Kami : 0331-5442222
Selamat Datang di website profil rumah sakit umum universitas muhammadiyah jember. Untuk pendaftaran silahkan dapat melalui kami di nomor 0822-2976-1496.

Berita

Waspada Virus Nipah: Apa yang Perlu Anda Ketahui di Tahun 2026?

 Humas - 04 March 2026

Jember, 4 Maret 2026 Belakangan ini, isu mengenai penyebaran Virus Nipah (NiV) kembali menjadi perbincangan di dunia kesehatan global. Sebagai salah satu penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia), Virus Nipah masuk dalam daftar prioritas pemantauan karena potensinya menimbulkan wabah.

Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tanggal 30 Januari 2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah.

Hingga kini, laporan kasus penyakit Virus Nipah ini belum ada pada manusia di Indonesia. Namun, masyarakat Indonesia tidak perlu panik dan tetap waspada mengingat intensitas mobilisasi dan secara geografis berdekatan dengan negara lainnya yang pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB)

Kunci utama dalam menghadapi virus ini adalah edukasi dan pencegahan dini. Berikut adalah rangkuman informatif mengenai apa itu Virus Nipah dan bagaimana kita bisa melindungi diri serta keluarga.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis). Inang alami dari virus ini adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae. Selain dari kelelawar, manusia juga dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan peliharaan yang sakit, seperti babi, atau melalui makanan yang terkontaminasi.

Jalur Penularan Virus

Penularan virus ini tidak hanya melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan (liur/urin/fases) namun bisa saja melalui :

- Kontak langsung dengan orang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi Virus Nipah.

- Konsumsi daging yang terinfeksi Virus Nipah dan tidak matang.

- Konsumsi buah bekas gigitan hewan kelelawar.

Gejala yang Harus Diperhatikan

Gejala infeksi virus ini bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga infeksi saluran pernapasan akut dan ensefalitis (peradangan otak) yang fatal. Masa inkubasi biasanya berkisar antara 4 hingga 14 hari.

- Gejala Awal: Demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan sakit tenggorokan.

- Gejala Berat: Pusing, mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, hingga tanda-tanda neurologis yang menunjukkan adanya peradangan otak dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) ringan hingga berat

Bagaimana Cara Penanganannya?

- Kontak Langsung: Menyentuh cairan tubuh (darah, urine, atau air liur) hewan yang terinfeksi.

- Konsumsi Makanan Tercemar: Memakan buah atau produk buah (seperti nira sawit) yang telah terkontaminasi air liur atau urine kelelawar yang terinfeksi.

- Penularan Antar Manusia: Melalui kontak erat dengan pasien yang terinfeksi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.

Langkah Praktis Pencegahan

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk manusia. Pencegahan adalah perlindungan terbaik kita.

- Cuci Bersih Buah: Kupas dan cuci buah-buahan secara menyeluruh. Hindari mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan hewan.

- Hindari Area Risiko Tinggi: Jauhi kontak langsung dengan kelelawar atau babi yang tampak sakit di daerah yang diketahui terdapat sirkulasi virus.

- Masak Makanan Hingga Matang: Pastikan produk hewani dimasak dengan suhu yang tepat.

- Perilaku Hidup Bersih dan Sehat: cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, menerapkan etika batuk dan bersin serta menggunakan masker saat sakit.