Hub. Kami : 0331-5442222
Selamat Datang di website profil rumah sakit umum universitas muhammadiyah jember. Untuk pendaftaran silahkan dapat melalui kami di nomor 0822-2976-1496.

Berita

Waspada Lonjakan Campak, Dokter Anak RSU Unmuh Jember Ingatkan Pentingnya Imunisasi.

 Humas - 13 March 2026

Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran berpotensi mempercepat penyebaran penyakit campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hal ini diingatkan oleh dr. Fiqi Isnaini Nurul Hikmah, Sp.A, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Jember.

Menurut dr. Fiqi, campak merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat menular dan disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus. Penularannya terutama melalui udara (airborne) ketika penderita batuk, bersin, atau bernapas di dekat orang lain. Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui percikan air liur maupun benda-benda yang telah terkontaminasi, seperti mainan atau permukaan yang disentuh penderita.

“Campak bisa menular sejak empat hari sebelum munculnya ruam hingga empat hari setelah ruam muncul,” jelasnya. Kondisi ini membuat penyebaran penyakit menjadi sangat cepat, terutama pada lingkungan dengan mobilitas tinggi seperti momen silaturahmi Lebaran.

Secara global, kasus campak masih menjadi perhatian serius. Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus campak yang tinggi di dunia. Pada tahun 2025 tercatat 69 kematian akibat campak, dan hingga awal 2026 telah dilaporkan beberapa kasus kematian tambahan akibat penyakit tersebut.

dr. Fiqi menjelaskan, gejala awal campak yang perlu diwaspadai orang tua antara lain demam tinggi yang disertai batuk dan pilek, mata merah atau berair (konjungtivitis), serta munculnya ruam kemerahan pada kulit. Ruam biasanya muncul sekitar tiga hingga empat hari setelah demam, dimulai dari belakang telinga atau kepala, kemudian menyebar ke wajah, badan, hingga seluruh anggota tubuh.

“Ruam akan muncul dari kepala kemudian menyebar ke badan dan seluruh anggota tubuh. Dalam beberapa hari ruam akan menggelap lalu memudar,” ungkapnya.

Risiko penularan menjadi lebih tinggi apabila seseorang memiliki riwayat kontak dengan penderita campak sekitar 10 hingga 12 hari sebelum gejala muncul. Jika gejala tersebut ditemukan, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan lebih cepat.

Imunisasi menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk melindungi anak dari penyakit campak. Vaksin campak atau MR tidak hanya dapat mencegah infeksi, tetapi juga dapat mengurangi risiko komplikasi berat hingga kematian apabila seseorang tetap terinfeksi.

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau menerapkan protokol kesehatan selama momen Lebaran. Penggunaan masker di tempat ramai, menjaga kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menghindari kontak langsung dengan bayi merupakan langkah penting untuk mencegah penularan.

Bayi dan anak kecil termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap campak. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi saat bersilaturahmi.

Apabila terdapat anggota keluarga yang terinfeksi campak, sebaiknya dilakukan isolasi atau dipisahkan sementara dari anggota keluarga lain yang sehat agar tidak terjadi penularan lebih lanjut.

“Pesan saya kepada masyarakat Jember, khususnya orang tua yang memiliki anak-anak, pastikan imunisasi campak sudah lengkap. Jika belum, segera lakukan imunisasi. Jika sudah imunisasi dasar, segera lengkapi dengan imunisasi lanjutan,” pungkas dr. Fiqi.

Ia juga berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan selama momen Lebaran. "Semoga Lebaran tahun ini kita semua diberikan kesehatan dan terhindar dari campak," tutupnya.