Berita
Waspada Lonjakan Campak, Dokter Anak RSU Unmuh Jember Ingatkan Pentingnya Imunisasi.
Humas - 13 March 2026Meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran
berpotensi mempercepat penyebaran penyakit campak, terutama pada anak-anak yang
belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hal ini diingatkan oleh dr. Fiqi Isnaini
Nurul Hikmah, Sp.A, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Universitas
Muhammadiyah Jember.
Menurut dr. Fiqi, campak merupakan penyakit infeksi virus
akut yang sangat menular dan disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus.
Penularannya terutama melalui udara (airborne) ketika penderita batuk, bersin,
atau bernapas di dekat orang lain. Selain itu, virus juga dapat menyebar
melalui percikan air liur maupun benda-benda yang telah terkontaminasi, seperti
mainan atau permukaan yang disentuh penderita.
“Campak bisa menular sejak empat hari sebelum munculnya ruam
hingga empat hari setelah ruam muncul,” jelasnya. Kondisi ini membuat
penyebaran penyakit menjadi sangat cepat, terutama pada lingkungan dengan
mobilitas tinggi seperti momen silaturahmi Lebaran.
Secara global, kasus campak masih menjadi perhatian serius.
Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus campak
yang tinggi di dunia. Pada tahun 2025 tercatat 69 kematian akibat campak, dan
hingga awal 2026 telah dilaporkan beberapa kasus kematian tambahan akibat
penyakit tersebut.
dr. Fiqi menjelaskan, gejala awal campak yang perlu
diwaspadai orang tua antara lain demam tinggi yang disertai batuk dan pilek,
mata merah atau berair (konjungtivitis), serta munculnya ruam kemerahan pada
kulit. Ruam biasanya muncul sekitar tiga hingga empat hari setelah demam,
dimulai dari belakang telinga atau kepala, kemudian menyebar ke wajah, badan,
hingga seluruh anggota tubuh.
“Ruam akan muncul dari kepala kemudian menyebar ke badan dan
seluruh anggota tubuh. Dalam beberapa hari ruam akan menggelap lalu memudar,”
ungkapnya.
Risiko penularan menjadi lebih tinggi apabila seseorang
memiliki riwayat kontak dengan penderita campak sekitar 10 hingga 12 hari sebelum
gejala muncul. Jika gejala tersebut ditemukan, masyarakat dianjurkan segera
memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan
lebih cepat.
Imunisasi menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk
melindungi anak dari penyakit campak. Vaksin campak atau MR tidak hanya dapat
mencegah infeksi, tetapi juga dapat mengurangi risiko komplikasi berat hingga
kematian apabila seseorang tetap terinfeksi.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau menerapkan
protokol kesehatan selama momen Lebaran. Penggunaan masker di tempat ramai,
menjaga kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer,
serta menghindari kontak langsung dengan bayi merupakan langkah penting untuk
mencegah penularan.
Bayi dan anak kecil termasuk kelompok yang sangat rentan
terhadap campak. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak sembarangan
menyentuh atau mencium bayi saat bersilaturahmi.
Apabila terdapat anggota keluarga yang terinfeksi campak,
sebaiknya dilakukan isolasi atau dipisahkan sementara dari anggota keluarga
lain yang sehat agar tidak terjadi penularan lebih lanjut.
“Pesan saya kepada masyarakat Jember, khususnya orang tua yang memiliki anak-anak, pastikan imunisasi campak sudah lengkap. Jika belum, segera lakukan imunisasi. Jika sudah imunisasi dasar, segera lengkapi dengan imunisasi lanjutan,” pungkas dr. Fiqi.
Ia juga berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan selama momen Lebaran. "Semoga Lebaran tahun ini kita semua diberikan kesehatan dan terhindar dari campak," tutupnya.
Berita Lainnya
Waspada Virus Nipah: Apa yang Perlu Anda Ketahui di Tahun 2026?
Humas - 04 March 2026
Menjaga Kesehatan Tubuh di Bulan Puasa: Tetap Bugar dan Produktif Sepanjang Ramadan
Humas - 23 February 2026
Waspada penyakit Kulit Mengintai Warga Jember, Banjir dan Hujan Lebat Picu Risiko Infeksi
Humas - 31 January 2026
Waspada Demam Berdarah di Jember, Hujan Terus Dorong Nyamuk Aedes Berkembang
Humas - 19 January 2026